Social Entrepreneur Akber Bali di Kopi Kultur Kerobokan Kuta Bali

Akber Bali kelas #10 yang digelar pada Minggu Sore 17 Maret 2013 bertempat di sebuah kedai kopi yang dikenal dengan "Kopi Kultur" di Jalan Pengubengan Kauh 94 Kerobokan Badung Bali. Kali ini Dicky Lopulalan (@dickylopulalan) menjadi sebagai Pembicara yang ingin berbagi pengalaman dan ilmunya untuk semua audien yang hadir dalam acara sore hari itu. Mas Dicky ini adalah founder Lopulalan Institute sebuah organisasi sosial yang mengemban misi sebagai infrastruktur untuk pembelajaran yang lebih baik dalam mengembangkan metode dan teknik serta menjunjung tinggi nilai - nilai apresiatif, partisipasif dan akseleratif.

Acara dimulai dengan menampilkan slideshow cerita dan gambar yang unik dan menarik, ideal juga dengan kedai Kopi Kultur yang beberapa bagian konstruksi atap dibangun dari bambu menjulang tinggi sebagai penopang atap. Perkenalan Dicky Lopulalan sebagai remaja yang tumbuh di Bali dan pernah menjadi seorang Bell Boy di sebuah hotel di kawasan Kartika Plaza Kuta pun menjadi pembuka selanjutnya, Mas Dicky akhirnya memutuskan untuk belajar di Jakarta. Masa berkelananya menjelajah Indonesia tatkala Mas Dicky ini menjadi seorang Jurnalis di sebuah Media terkenal di Indonesia.

Semenjak awal acara ini sungguh interaktif, para peserta yang hadir pun diajak berkenalan dan berdiskusi dengan tim - tim samping kanan dan kiri tempat duduk masing - masing peserta dengan mencoba mengilustrasikan wajah peserta terdekat dengan coretan alias menggambarkannya di sebuah kertas kecil yang dibagikan oleh panitia. Tawa dan canda pun menjadi bumbu beraroma sedap yang murah meriah tidak semahal bawang merah dan bawang putih. Yah, hasil coretan spidol ditunjukkan ke peserta yang digambar dan tentunya hasilnya pun beda - beda dan lucu - lucu.

Semenjak awal acara ini sungguh interaktif, para peserta yang hadir pun diajak berkenalan dan berdiskusi dengan tim - tim samping kanan dan kiri tempat duduk masing - masing peserta dengan mencoba mengilustrasikan wajah peserta terdekat dengan coretan alias menggambarkannya di sebuah kertas kecil yang dibagikan oleh panitia. Tawa dan canda pun menjadi bumbu beraroma sedap yang murah meriah tidak semahal bawang merah dan bawang putih. Yah, hasil coretan spidol ditunjukkan ke peserta yang digambar dan tentunya hasilnya pun beda - beda dan lucu - lucu.

Suntikan ilmu dan pengalaman Mas Dicky inipun dilanjutkan sebagai bahan/materi diskusi untuk membedah lebih dalam lagi mengenai Social Entrepreneur dan nilai - nilai yang terkandung di dalamnya. Diskusi dalam tim - tim kecilpun berlangsung dan tiap tim ikutserta berbagi hasil diskusi di depan para peserta lainnya sehingga semakin membuat acara Akber Bali ini sangat proaktif. Seyogyanya acara ini selesai jam 6 sore tapi terus berlangsung karena peserta pun sangat antusias. Ingin hati untuk mengikutinya, berhubung ada kepentingan lain saya pun tidak bisa melanjutkan sesi - sesi tambahan selanjutnya, sukses selalu untuk Akber Bali.