LENSA INFO GRAFIK

PERAN BLOGGER BERSAMA #UBAHJAKARTA UNTUK INDONESIA

Author: Budi Prayogo

DUKUNGAN BLOGGER UNTUK MRT JAKARTA

Melalui kesempatan "Lomba Blog MRT Jakarta" dengan tema "Bekerja Bersama #UbahJakarta", maka sebagai seorang blogger akhirnya memutuskan juga untuk ikut andil berkontribusi positif melalui artikel ini untuk bahu-membahu menyuarakan perubahan positif untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia, khususnya Ibukota Jakarta meskipun sejatinya saya berada di Bali jauh dari ibukota tapi rasa kecintaan terhadap setiap jengkal wilayah NKRI memotivasi pribadi saya untuk bergabung bersama - sama dengan para blogger lainnya. Kalah dan menang itu urusan belakangan. Upaya sekecil mungkin yang bisa saya lakukan meskipun dari lokasi yang berbeda dan jauh dari ibukota yaitu dengan artikel ini, setia mendukung setiap pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang demi kemajuan Indonesia.

Pengalaman pribadi di tahun 2014, saya sempat mendapatkan tawaran untuk pindah berkarir di Jakarta. Akan tetapi paradigma Jakarta sebagai Ibukota yang kerap dilanda banjir, kemacetan total dan tingkat kriminalitas yang tinggi menjadikan bahan pertimbangan bagi saya untuk tetap di Bali waktu itu. Itulah pilihan hidup yang setiap manusia pasti mengalaminya. Semoga warga Jakarta dan sekitarnya juga ikut andil mendukung gerakan #UbahJakarta melalui moda transportasi publik sebagai pilar utama menunjang mobilisasi warga dalam bekerja dan beraktivitas sehari - hari. Ini bukan soal gaya hidup saja, tapi lebih dari itu. MRT Jakarta merupakan solusi nyata yang harus diterapkan untuk sebuah kota yang padat penduduknya dan sistem transportasi publik yang belum mampu mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin meningkat dratis dari tahun ke tahun.

Pembangunan yang bersifat holistik, komprehensif dan berkelanjutan harus tetap diterapkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Kalaupun dalam prakteknya terdapat kesalahan - kesalahan kecil harap dimaklumi karena evaluasi dan upaya perbaikan itu terus dilaksanakan demi kebaikan bersama. Seperti isu saat ini sepeda motor dilarang melintas di jalan - jalan utama ibukota dan mendapat respon yang beragam dari warga Jakarta dan sekitarnya. Upaya tersebut merupakan bagian untuk mensukseskan tujuan utama pembangunan tadi. Masih banyak sektor - sektor pembangunan lainnya yang perlu didukung dan tentunya pasti ada pro dan kontranya. Pengaturan tata ruang kota dan pemukiman, sentra - sentra bisnis untuk usaha kecil dan menengah dan keamanan publik haruslah saling bersinergi.

Warga Indonesia itu terkenal dengan keramahtamahannya, tapi untuk urusan kepatuhan sepertinya masih jauh di bawah standar. Stop menjadi warga yang #Ngeyel (suka membantah dan tidak berani mengakui kesalahan). Berita - berita pengguna jalan yang melanggar baik di jalan raya atau jalus busway dan kemudian ditilang terus membantah mau menangnya sendiri masih menghiasi kolom - kolom pemberitaan nasional, baik warga sipil, aparat/pejabat pemerintahan dan TNI/POLRI. Mulai sekarang semua harusnya tunduk dan patuh serta menjaga komitmen bersama untuk bersinergi saling mendukung kebijakan pemerintah. Marilah menjadi bagian dari pilar - pilar penyanggah untuk kemajuan bangsa sendiri. Aksi - aksi personal baik dari kalangan seleberitis dan warga sipil lain dalam merubah kedisiplinan warga di ruang - ruang publik pun sering digalang untuk merubah sikap dan prilaku warga yang teratur dan patuh terhadap aturan. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi!

KILAS BALIK TENTANG MRT (MASS RAPID TRANSIT)

Pasca reformasi, di tahun 1999 saya mendapat kesempatan untuk training selama 6 bulan di bidang perhotelan di negara tetangga Singapura. Di situlah saya pertama kali mengetahui MRT secara nyata dan ikut merasakan fasilitas MRT tapi di negeri orang lain. Kini tahun 2017, 18 tahun kemudian di negara kita sendiri sedang bergeliat membangun sarana transportasi yang sama. Dahulu, masih di benak saya dan berangan - angan kapan Indonesia punya moda transportasi seperti beginian. Semua mengetahui Singapura itu negara tetangga yang kecil tapi maju dengan tingkat kedisiplinan dan kepatuhan warga yang tinggi terhadap kebijakan pemerintahannya dan memiliki rasa tanggung jawab mematuhi aturan publik yang berlaku. Mungkin penduduknya sedikit sehingga mudah mengaturnya. Jumlah sedikit atau banyak bukan tolak ukur, tapi mau atau tidak warga negaranya - punya itikad baik untuk melangkah bersama - sama memajukan bangsanya sendiri.

Selama enam bulan itu menjadi pengalaman yang berharga dalam hidup ini. MRT menjadi andalan utama sarana transportasi untuk beraktivitas sehari - hari selain juga ada busway yang sudah tertata dengan rapi, teratur dan sistematis. Saya hanya perlu waktu 2 hari untuk menyesuaikan diri, dari cara membeli tiket manual sekali jalan dan tiket yang bisa diisi ulang serta menghafal rute - rute MRT dan busway yang memang menjadi satu kesatuan yang sangat terpadu. Stasiun MRT di beberapa area berdekatan dengan terminal busway sehingga memudahkan akses pengguna untuk melanjutkan perjalanan. Di beberapa lokasi pada hari libur dan akhir pekan juga terdapat fasilitas shuttle bus gratis. Pulang kerja/training di atas jam 24.00 tengah malam pun aman meskipun kadangkala harus berjalan kaki sesampai di stasiun MRT tujuan terakhir karena tidak ada busway yang lewat.

Berbahagia dan bersyukurlah warga Jakarta dan sekitarnya yang akan memiliki moda transportasi publik yang layak untuk dibanggakan. Warga Jakartalah yang pertama kali merasakan manfaat dengan adanya fasilitas ini. Stop #Ngeyel dan saatnya mempersiapkan diri untuk beralih ke transportasi publik, peduli dengan lingkungan sekitar jangan menambah beban masalah kemacetan dan ngomel ke sana ke mari yang tidak ada ujungnya. Beralihlah dari kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil, hemat konsumsi bahan bakar minyak dan berkontribusi positif mengurangi pencemaran udara. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi! Semoga ke depan Bali juga tertular moda transportasi ini untuk mengakomodasi kepentingan warganya.

MENGENAL LEBIH DEKAT MRT JAKARTA

MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta merupakan penyedia jasa transportasi publik yang bertujuan meningkatkan mobilitas/daya jelajah warga kota secara masif dan cepat sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kehidupan yang bebas dari kemacetan, mempercepat laju roda pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan sistem transit perkotaan. PT MRT Jakarta didirikan pada 17 Juni 2008, sebuah Perseroan Terbatas dengan mayoritas sahamnya dipegang oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta (struktur kepemilikan: Pemprov DKI Jakarta 99.98%, PD Pasar Jaya 0.02%).

Konsep dan rencana pembangunan MRT di Jakarta sudah dirintis sejak tahun 1985 dan mulai terealisasi mulai tahun 2005 yang menyatakan bahwa MRT sebagai proyek nasional yang menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta dilaksanakan pada 28 November 2006 yang melibatkan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusuf Anwar. Jepang berpartisipasi sebagai pemberi pinjaman dana untuk proyek MRT Jakarta ini.

Jalur MRT Jakarta:

Konstruksi dengan struktur jalur layang (Elevated) sepanjang ±10 km dari area Lebak Bulus sampai Sisingamangaraja. Terdapat 7 stasiun layang, yakni:

  • Stasiun Lebak Bulus
  • Stasiun Fatmawati
  • Stasiun Cipete Raya
  • Stasiun Haji Nawi
  • Stasiun Blok A
  • Stasiun Blok M
  • Stasiun Sisingamangaraja

Konstruksi dengan struktur bawah tanah (Underground) sepanjang ±6 km. Terdapat 6 stasiun bawah tanah, yakni:

  • Stasiun Senayan
  • Stasiun Istora
  • Stasiun Bendungan Hilir
  • Stasiun Setiabudi
  • Stasiun Dukuh Atas
  • Stasiun Bundaran Hotel Indonesia

Dalam pembangunan proyek MRT Jakarta ini juga dikembangkan Transit Oriented Development (TOD) sebagai upaya dalam mensinergikan setiap elemen transportasi publik yang ada dalam mendukung proyek utama MRT ini. Pada fase pertama, terdapat 4 statiun yang menjadi bagian integrasi pengembangan rencana induk, yakni:

  • Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Istora terintegrasi dengan lahan properti/pemukiman.
  • Stasiun Blok M yang terintegrasi dengan terminal bus, pusat hiburan, dan taman kota.
  • Stasiun Dukuh Atas terintegrasi dengan jalur komuter (commuterline), kereta Bandara Soekarno-Hatta, halte bus Transjakarta, stasiun Light Rail Transit (LRT), dan circular pedestrian bridgeagar pejalan kaki dapat terhubung dengan seluruh moda raya terpadu tersebut.

TIPS: CARA MENGGUNAKAN MRT

  • Belilah tiket MRT di dalam area stasiun MRT. Ada 2 cara:

    • Beli tiket manual dengan mengantri di loket. Disarankan terutama bagi pemula yang masih kebingungan dengan tiket otomatis.
    • Beli tiket di Ticket Vending Machine (TVM). Disarankan bagi yang sudah advanced dan rutin menggunakan MRT untuk menghindari antrian di loket.

  • Silahkan masuk menuju gerbang penumpang dan tempelkan tiket (tap-in) untuk memasuki area selanjutnya. Dimohon teratur dan rapi sesuai jalur - jalur gerbang penumpang yang ada. Jika ada kendala teknis dengan tiket setelah 2 atau 3x mencobanya, silahkan memberikan kesempatan di antrian di belakang anda untuk menghindari antrian yang memanjang. Segera hubungi petugas untuk meminta bantuan dan mengatasi masalah dengan tiket anda.

  • Tunggulah kedatangan kereta di area peron yang sudah ditentukan. Jangan melewati garis batas bahaya dan utamakan keselamatan anda dan keluarga anda, terutama jika membawa anak - anak. Jika melihat penumpang lain yang melanggar segera memberikan saran dengan sopan dan halus agar menjaga keselamatan dirinya dan penumpang lainnya atau hubungi petugas jaga. Insiden sekecil apapun di area tunggu kereta ini, bisa mengakibatkan keberangkatan menjadi tertunda dan bisa mengganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta - kereta yang lain.

  • Saat kereta datang, tetaplah menunggu di garis batas dengan sabar. Jangan saling berdesakan atau saling mendorong. Tunggulah kereta sampai berhenti total dan beri kesempatan penumpang di dalam kereta untuk mendapatkan akses keluar pintu kereta terlebih dahulu agar tidak saling bertabrakan di pintu gerbong kereta. Selanjutnya anda bisa memasuki gerbong dan mencari tempat duduk yang nyaman. Utamakan manula/lansia, ibu hamil dan anak - anak dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan tempat duduk.

  • Tetap bersikap sopan selama dalam perjalanan menuju stasiun tujuan anda. Selalu berhati - hati saat keluar pintu gerbong, terutama ibu - ibu, wanita/perempuan dengan high heel, pakaian yang bergerai (selendang, gaun, dan sejenisnya) yang dapat mengakibatnya hal - hal yang tidak diinginkan.

  • Sesampai di stasiun tujuan anda, carilah pintu keluar dan tempelkan tiket (tap-out) di gerbang keluar penumpang dan selamat beraktivitas selanjutnya.

Sebagai penutup, mari mempersiapkan diri untuk merubah pola pikir, sikap dan prilaku yang lebih positif lagi saling memberikan manfaat, tidak menjadi beban tapi semampu mungkin saling meringankan beban, patuh dan taat terhadap peraturan yang berlaku di ruang - ruang publik, mendukung kebijakan transportasi publik dengan mempersiapkan diri meninggalkan moda transportasi kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil.

Sumber dan Referensi: http://jakartamrt.co.id

INFO GRAFIK: CARA MENGGUNAKAN MRT





Tulis Komentar Anda
Silahkan Komentari:Jakarta MRT

Upakarti.com is a leading Indonesia eCommerce professional, specialist, partner and publisher to promote brand awareness.