Petualangan Menantang dan Liburan Gratis ke Bali

Ga terasa ternyata aku sudah 21 tahun tinggal di Pulau Dewata, Bali. Tepatnya semenjak lulus SLTA/SMA tahun 1996, impianku untuk berlabuh di Bali menjadi kenyataan. Aku mulai menapakkan kaki di pulau yang indah akan khasanah budaya, adat istiadat dan panorama keindahan alam baik pantai - pantai yang bersih nan eksotik maupun keindahan alam pegunungan dan pedesaannya. Tidak mengherankan jika Bali tetap dominan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia dan menjadi impian mayoritas pelancong untuk mengunjunginya.

Tiga tahun terakhir memang fokus di aktivitas indoor dan sepertinya ingin mencoba sesuatu yang baru, yaitu tantangan kegiatan outdoor yang menyenangkan dan mengasyikkan. Memang sebagai freelancer dan juru parkir (baca: parkir domain) yang hampir aktivitas kerja bisa dikerjakan dari rumah asalkan ada koneksi internet dan aliran listrik, aku banyak menghabiskan waktu di depan laptop. Bahkan, asalkan makanan siap saji tersedia di rumah aku bisa betah 2x24 jam tidak keluar rumah. Sungguh aneh tapi nyata, mungkin tetangga bisa berprasangka buruk kok tidak pernah keluar rumah. Prinsip jati diri yang kupegang, asalkan niatan kita baik di mana bumi dipijak disitu langit kita junjung seyogyanya tetap membuat kita untuk selalu berkontribusi positif pada lingkungan sekitar.

Meskipun sempat vakum dari dunia blogging selama kurang lebih 5 tahunan, akhirnya di tahun ini 2017 kucoba untuk berkreasi kembali menghadirkan konten - konten yang berkualitas dan bermutu. Konten artikel website ataupun blog merupakan sebuah investasi jangka panjang. Aku tidak punya lahan subur untuk berkebun atau bertani tapi aku punya motivasi untuk memelihara konten artikel sebagai lahan investasi masa depan. Nah, para blogger Indonesia yuk mari bersinergi untuk menghadirkan konten yang spektakuler.

Rafting (Arung Jeram) di Telaga Waja River

Telaga Waja River Karangasem Bali

Seingetku pertama kali mencoba Rafting pada Nopember 2006 di Sungai Telaga Waja (Telaga Waja River) yang berada di sebelah timur Pulau Bali, tepatnya di lereng Gunung Abang masuk wilayah di dua kabupaten yakni Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung. Sungai Telaga Waja ini memang tempat arung jeram (rafting) terbaik di Bali dengan panorama keindahan alam yang sangat alami, air yang jernih dan menyegarkan dan arusnya yang deras namun tetap aman untuk arung jeram. Desa Muncan, Selat Kabupaten Karangasem banyak dipilih oleh operator rafting sebagai starting point (garis awal) yaitu setelah jembatan dekat pertemuan Sungai Telaga Waja dengan Sungai Yeh Asah.

Bukit Jambul Bali

Bersama rekan kerja sewaktu di IFC-PENSA yang berkantor di Renon Denpasar, Sobek dipilih sebagai operator untuk arung jeram (rafting) kala itu. Memang benar - benar nyata keindahan alam dan segarnya hawa pegunungan. Dalam rute perjalanan kami pun sempat berfoto ria dengan latar belakang pemandangan "Bukit Jambul" yang asri nan elok. Setibanya di starting point Sobek Rafting Telaga Waja River, kami pun disambut dengan ramah penuh kehangatan. Peralatan dan perlengkapan pun kami kenakan seperti jaket pelampung (life jacket), helm sebagai pelindung kepala dan dayung sebagai pengayuh. Kami juga dibekali dengan dry bag yang kedap air (waterproof) untuk menyimpan benda - benda berharga seperti handphone, kamera, dompet dan sejenisnya.

Sobek Telaga Waja Rafting: Starting Point

Kami pun seksama mendengarkan beberapa instruksi penting dari instruktur yang memberikan beberapa komando dan cara - cara rafting/arung jeram yang baik dan benar. Akhirnya kami pun turun ke arah sungai di mana perahu - perahu karet sudah siap ditambatkan di tepi sungai. Kami terbagi menjadi 2 tim dan diharap masing - masing kompak dan padu serta menjaga keselamatan agar tidak terjatuh dari perahu. Kami pun berlomba untuk finish pertama dan kerja sama tim dalam mengayuh dayung ke kiri dan kanan sangatlah penting bahkan ketika memperlambat laju perahu ketika ada batu di depan dan mencari jalur yang aman untuk dilalui. Hal yang sangat mendebarkan yaitu ketika instruktur berteriak "waterfall" yang berarti ada bendungan di depan dan semua tim di perahu harus merebahkan tubuh ke belakang agar perahu tidak terbalik dan byurrrrrr... perahu pun jatuh dari bendungan yang tingginya kurang lebih 2-3 meter. Wow, sungguh menantang dan adrenalin pun naik ke ubun - ubun kepala.

Sobek Telaga Waja Rafting: Breaking Point

Akhirnya kami sampai di break point untuk istirahat sambil menikmati sebuah air terjun kecil yang berada di tepi sungai. Kami pun bercengkrama, bersenda gurau dan tak lupa berfoto ria. Setelah dirasa cukup, kami pun melanjutkan berarung jeram - mendayung bersama - sama mencapai garis akhir. Sungguh menyenangkan dan juga menguras tenaga. Entah tim siapa yang mencapai garis akhir terlebih dahulu, kami pun berkumpul bersama kembali dalam keadaan basah kuyup. Air Sungai Telaga Waja yang bening dan jernih sangat terasa menyegarkan di pori - pori kulit. Hal yang sedikit kurang berkenan yaitu di saat tenaga ini sudah terkuras untuk mendayung, ternyata untuk kembali harus menaiki beberapa anak tangga yang lumayan tingginya dan sempat membuat nafas ini tersengal - sengal. Jadi, tips untuk diingat yaitu persiapkan stamina dengan sebaik mungkin.

Sobek Telaga Waja Rafting: Finishing Point

Setelah berganti dengan pakaian kering, kami pun beristirahat di restoran Sobek yang bangunannya semi terbuka beratapkan ijuk dan bisa melihat hamparan sawah dan perbukitan di sekelilingnya. Hidangan yang disajikan pun sangat nikmat apalagi memang kondisi tenaga sudah terkuras dan perlu tambahan energi. Kami pun ditawari beberapa koleksi print-out foto yang spektakuler terutama pas menuruni bendungan tadi. Aku sendiri lupa di mana koleksi fotonya, seandainya masih ada tentu lebih seru untuk disajikan bersama dalam artikel ini. Ini lah pengalaman rafting pertama dan sudah 11 tahun lamanya berselang ingin mencoba lagi seru atraksi berarung jeram di Sungai Telaga Waja.

Scuba Diving dan Snorkeling di Nusa Penida

Selama 21 tahun tinggal di Bali aku belum pernah menginjakkan kaki di (Pulau) Nusa Penida. Selain Nusa Penida, terdapat juga Pulau Nusa Lembongan, Nusa Gede dan Nusa Ceningan dengan pemandangan yang sangat elok nan menawan dengan eksotisme pantai yang "pure and genuine" dengan tebing - tebing yang menjulang dan di bawahnya pasir putih yang bersih serta air lautnya yang sangat jernih, berkilauan apalagi jika diterpa sinar matahari. Itulah sebabnya Nusa Penida mendapat gelar "The Hidden Gem". Selain wisata alamnya, Nusa Penida juga kaya akan kekayaan laut dengan ikannya yang beraneka ragam baik ikan untuk konsumsi maupun ikan yang menghiasi coral/terumbu karang di dasar lautnya. Para pemancing mania pun banyak yang berdatangan menyewa perahu dan memancing di dekat perairan pantai Nusa Penida atau memancing dari tepi - tepi tebing di sepanjang pantai di pulau ini.

Pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali ini harus diseberangi dengan perahu dari Sanur atau bisa juga dari Pelabuhan Benoa Bali. Bagi wisatawan yang ingin berhemat bisa menyeberang dari Pantai Sanur sedangkan bagi yang ingin menikmati jasa layanan penyeberangan cruise sekelas Bounty Cruise, Bali Hai Cruise, Sail Sensation, Marina dan Quicksilver. Namun hanya Quicksilver yang berlabuh di Toya Pakeh Nusa Penida sedangkan cruise lainnya hanya sampai ke Nusa Lembongan.

Ada juga Kapal Roro dengan rute Pelabuhan Padang Bay - Nusa Penida tapi lokasi pelabuhan yang berada di ujung timur Pulau Bali tentunya kurang tepat bagi wisatawan/pelancong yang sudah berada di seputaran Denpasar, Nusa Dua, Kuta atau Sanur. Kapal Roro ini sesuai jika kalian membawa kendaraan sendiri seperti sepeda motor dan mobil serta peralatan/perbekalan yang menumpuk. Jika tidak berubah, ada 2 kali jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Padang Bay yaitu jam 11.00 dan 13.00. Kapal ini berkapasitas 250 penumpang dan puluhan sepeda motor roda empat lainnya.

Scuba Diving/Sea Walker

Pertengahan tahun 2017 yakni di Bulan Juli aku juga menyempatkan diri menjadi guide dadakan buat teman SMA "Gus El" @El Ma'mun untuk mencoba atraksi Scuba Diving dan Sea Walker di Tanjung Benoa Bali. Namun sayangnya, kami berdua kurang menemukan sensasi wOw dalam petualangan waktu itu. Durasi permainan yang sangat singkat dan keindahan bawah laut yakni terumbu karang (coral reef) dan ikan hiasnya masih jauh di bawah ekspetasi kami berdua. Oleh karena itulah, kami berencana untuk mencari spot yang lain jika ada kesempatan berlibur lagi. Targetnya ada 2 yaitu Nusa Penida dan Pulau Menjangan. Aku sudah punya nih beberapa calon potensial yang juga ingin juga berpetualang di bawah laut yang indah dan eksotik seperti di Nusa Penida dan Pulau Menjangan.

Snorkeling juga masuk dalam agendaku untuk menikmati petualangan dasar laut atau tepatnya dasar pantai sajalah karena snorkeling lebih asyik untuk perairan yang tidak terlalu dalam. Kalau scuba diving mungkin tidak perlu lagi pemberat karena badan ini sudah berat dan melar ke samping (sambil cengar cengir). Tapi setidaknya perlu juga fitness dan berolahraga buat persiapan agar stamina tetap dalam kondisi fit. Kalau urusan berenang, ga perlu kuatir karena sebagai anak pedesaan yang masa kecilnya juga sering berceburan di sungai.

"Wish me luck guys n sis" and "Good luck for all of you out there".

Hari ini, 23 September 2017 Gunung Agung Karangasem Bali berstatus AWAS dan warga sekitar area pun telah banyak yang mengungsi. Pada kesempatan kali ini, penulis mengajak para blogger Indonesia untuk berdoa bersama sesuai agama dan keyakinannya masing - masing demi keselamatan JAGAT Bali semoga tetap aman dan terkendali serta para pengungsi selalu tabah dan kuat untuk menghadapi takdir Sang Penguasa Alam ini, Rahayu Bali. Pundi - pundi donasi kemanusiaan juga telah dibuka untuk publik oleh beberapa LSM, Yayasan dan aktivis kemanusiaan, silahkan berpartisipasi menyalurkan bantuan kemanusiaan yang anda percayai.