Keluarga dan Anak - Anak

Keharmonisan hubungan keluarga: ayah, ibu dan anak - anak sangat mendukung terciptanya keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Keluarga Sakinah merupakan idaman bagi setiap keluarga. Cara menjalin hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak - anaknya dalam membangun komunikasi yang interaktif dalam sebuah keluarga. Tidak kalah pentingnya cara mendidik anak dan mengarahkan dalam pola tingkah laku positif dan menjunjung tinggi akhlak mulia.

Keluarga Samawa: Sakinah, Mawaddah dan Warohmah

Keluarga Sakinah berarti ketenangan, ketentraman, aman atau damai. Keluarga Sakinah mengandung arti sebuah keharmonisan dalam sebuah rumah tangga yang penuh dengan ketentraman, ketenangan, keamanan dan kedamaian antar anggota keluarganya.

*** ***

  1. Kalau AC Ya Daikin, Cerita Dari Rumah Sakit di Denpasar

    Kalau AC Ya Daikin, Cerita Dari Rumah Sakit di Denpasar

    Siang ini, Rabu 23 Agustus 2017 Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak - Kanak (TK) di Bali libur ada perayaan Hari Raya Pagerwesi. Berhubung anak saya yang laki - laki yang masih di TK kondisinya kurang sehat, demamnya naik turun semenjak Hari Minggu dan sudah 2 hari tidak masuk sekolah. Oleh sebab itu, siang ini kami sekeluarga pun memutuskan untuk memeriksakan kondisi anak saya di rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Surya Husadha Ubung Denpasar. Kakaknya yang telah di bangku SD juga libur sehingga rencananya sekalian membelikan sesuatu buat anak - anak.

    Rumah Sakit Surya Husadha ini memang menjadi pilihan rumah sakit favorit keluarga karena letaknya yang hanya sekitar 15-20 menit rumah. Selain itu, pelayanannya juga ramah, kondisi rumah sakitnya pun bersih dan nyaman. Semenjak anak laki - laki saya masih di kandungan dan melahirkan pun di rumah sakit ini. Itulah alasan kami menjadikannya rumah sakit pilihan keluarga saya.

    Selama mungkin ada 10 tahunan lebih jika berobat Rumah Sakit Surya Husadha selalu menjadi prioritas pertama untuk dikunjungi untuk berobat. Setelah mengantarkan sampai di depan lobi, saya harus mencari lokasi parkir tapi sayangnya agak penuh dan terpaksa harus parkir di luar area rumah sakit. Di siang yang sangat panas, teriknya matahari sangat menyengat meski berjalan sekitar 25 meter saja sudah berkeringat.

    Read more »
  2. Candi Borobudur Dulu dan Sekarang

    Candi Borobudur Dulu dan Sekarang

    Pertama kali ke Candi Borobudur tatkala acara perpisahan SMPN 1 Pungging Mojokerto pada tahun 1993. Entah bulan apa hanya itu ingatan yang tersirat di benakku. Ternyata sudah 24 tahun yang lalu, lama benar yach! Akhirnya pasca lebaran 1438H atau tahun ini 2017 punya kesempatan untuk berwisata ke Candi Borobudur yang terkenal dan menjadi legendaris di dunia sebagai warisan peninggalan purbakala Indonesia. Meskipun ada kontrovesi mengenai tujuh keajaiban dunia pada 07-07-2007 yang dianggap juga sebagai tanggal keramat di mana Candi Borobudur tidak lagi tercantum dalam daftar tersebut.

    Namun, bagi mayoritas warga Indonesia, masuk atau tidak ke dalam tujuh keajaiban dunia bukanlah persoalan utama. Candi Borobudur tetap ajaib di hati pengunjungnya dan tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kemegahan dan kemasyhurannya menjadi daya tarik tersendiri untuk berkunjung bersama keluarga, sanak famili ataupun rombongan sekolah/dinas/instansi dari berbagai Indonesia.

    Read more »