Indahnya Berbagi Air Bersih Alumni SMAN Mojosari 96 di Desa Kunjorowesi Kec Ngoro Mojokerto

Minggu, 17 September 2017 pagi ini beberapa rekan dari Alumni SMAN Mojosari 96 (SMAN Mozar 96) telah bersiap diri untuk berbagi air bersih ke Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Para alumnus yang menyempatkan diri untuk berpartisipasi berkumpul di sekitar terminal baru Mojosari dan berangkat bersama - sama menuju titik poin selanjutnya.

Desa Kunjorowesi termasuk area yang selalu mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau dan kejadian ini terus berulang dari tahun ke tahun selama puluhan tahun. Dulu antara tahun 90-93, saya pernah ikut dalam rombongan SMPN 1 Pungging dalam gerakan penanaman pohon atau reboisasi di Desa Kunjorowesi ini namun setelah sekian tahun berlalu entah mengapa kekeringan terus melanda desa ini. Apakah pohon - pohon yang dulu ditanam tidak dipelihara dan mati dalam kekeringan juga belum diketahui lebih detil.

Bukan rahasia lagi kalau di desa ini juga terdapat kerusakan alam yang begitu parah akibat penggalian pasir dan batu (galian sirtu) seluas 700 ha lebih dan meninggalkan beberapa kawah raksasa dengan kedalaman puluhan meter di lereng Gunung Penanggungan. Inilah dampak revolusi industri di Jawa Timur dan Desa Kunjorowesi sebagai salah satu desa penopang suplai pasir dan batu dalam memenuhi kebutuhan industri di Jawa Timur. Ada sebab ada akibat. Logikanya, dengan nilai pertambangan pasir dan batu tentunya perputaran bisnis dan uang pun sangat tinggi.

Tapi apalah daya jika nilai profit dan pundi - pundi ekonomi mungkin hanya dinikmati oleh segilintir orang, sekumpulan korporasi tertentu atau mungkin oknum - oknum elit lokal yang menguasi area pertambangan tersebut sehingga untuk membangun infrastruktur air bersih permanen belum bisa terwujud meski sudah memasuki era milenium seperti saat ini. Jadi solusi yang dipakai juga hanya solusi yang bersifat temporer (sementara) dengan menyuplai langsung air bersih dalam mobil tangki dan dikirim langsung ke Desa Kunjorowesi. Proses ini setiap tahun akan terus berulang setiap musim kemarau datang.

Berbagai elemen masyarakat pun pro aktif dalam meringankan beban warga Desa Kunjorowesi yang mengalami krisis air bersih ketika puncak kemarau datang tiap tahun. Rekan - rekan yang tergabung dalam Alumni SMAN Mojosari pun tergerak untuk membantu menyalurkan air bersih dengan donasi seadanya akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 1.450.000,-. Meskipun terik dan panasnya matahari yang menyengat, beberapa rekan alumnus ikut berpartisipasi aktif ke Desa Kunjorowesi dalam menyalurkan tandon air dan air bersih dengan bekerjasama dengan PMI Mojokerto yang menyediakan truk pengangkut air bersihnya.

Terima kasih buat para donatur dari Alumni SMAN Mojosari 96 dan semua rekan - rekan yang membantu langsung di lapangan atas semua waktu dan tenaga semoga menjadi ladang amal kebajikan. Berikut ini laporan singkat sebagai pertanggungjawaban publik khususnya kepada para donatur dari Alumni Mozar 96.

Alhamdulillah pada hari ini, Minggu 17 September 2017 ALUMNI MOZAR 96 INDAHNYA BERBAGI telah melaksanakan Baksos bantuan air bersih dan tandon air ke warga Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Terima kasih atas donasinya semoga membawa keberkahan buat kita semua Aamiin ya Rabb.#Barokallah lemah teles.

Donasi yang masuk 1.450.000 dgn perincian pengeluaran sebagai berikut:

  1. Air dari PMI Rp 250.000
  2. Tandon 1000ltr Rp 950.000
  3. Aqua Rp 32.000
  4. Banner Rp 55.000
  5. Konsumsi bersama relawan Rp 200.000
  6. Donasi ke ISM. Rp 100.000

Total .1.587.000
Minus Rp.-137.000

Kita semua berdoa semoga lekas terwujud saluran pipa air bersih permanen ke Desa Kunjorowesi mengingat problematika krisis air bersih ini diprediksi akan terus ada setiap tahun pada musim kemarau apalagi ijin pertambangannya pun masih berlaku sampai 2022 nanti. Harapan solusi nyata yang permanen dari semua pihak yang berkontribusi positif sangat dinantikan seluruh warga desa, semoga cepat terwujud - Aamin.