Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto

Sejarah Singkat Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu ini terletak di Desa Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur sebagai peninggalan purbakala/arkeologi Kerajaan Majapahit tempo dulu. Diprediksi bangunan ini dibangun pada jaman keemasan Majapahit pada abad ke-14. Bentuk aristekturnya yang menyerupai gapura ini mempunyai fungsi sebagai pintu masuk/gerbang menuju bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

Nama "Bajang Ratu" sendiri dalam Bahasa Jawa berarti "Raja/Bangsawan". Menurut legenda Majapahit, raja kedua yaitu Raja Jayanegera sewaktu dinobatkan untuk menjadi raja usianya masih sangat muda "Bajang" sehingga diperkirakan alasan penamaan candi ini menjadi Bajang Ratu yakni "Ratu Bajang/Bajang Ratu" yang artinya "Raja Muda". Candi ini pada jaman Raja Jayanegara juga sudah ada dan berfungsi sebagai pintu belakang kerajaan. Untuk lebih lengkap dan detilnya dapat dibaca di Wikipedia Indonesia tentang Candi Bajang Ratu ini.

Lokasi Candi Bajang ratu

Terletak di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, lokasinya berdekatan dengan Candi Tikus sekitar 0.7 km. Candi ini dapat ditempuh oleh semua jenis kendaraan dengan jalan yang sudah beraspal dan berjarak 200 - 300 meter dari jalan utama by pass Mojokerto - Jombang. Namun sayangnya areal parkir untuk wisatawan yang berkunjung masih minim yakni menggunakan pinggir jalan raya.

Petunjuk arah pun sangat jelas dan mempermudah wisatawan yang ingin berkunjung ke candi ini. Sekilas terlihat masakan khas daerah situ goreng ikan wader, ikan sungai yang kecil - kecil. Mungkin lain waktu bisa dicoba karena memang sebelumnya sudah makan siang Rawon di Alun - alun Mojoagung.

Ulasan Tentang Candi Bajang Ratu

6 Juli 2017

Jalan - jalan tanpa rencana kali ini yaitu berkunjung ke Candi Bajang Ratu. Rencana utamanya sebenarnya wisata kuliner santap Rawon di alun - alun Mojoagung. Berhubung hari masih siang akhirnya diputuskan untuk mengenal peninggalan purbakala di Trowulan. Sebelumnya kita singgah ke Pendopo Agung juga, tapi karena di Pendopo Agung Trowulan sedang renovasi sehingga suasananya kurang nyaman, berdebu dan mengurangi nilai keindahan. Akhirnya, kami berkunjung ke Candi Bajang Ratu yang memang sangat dekat sekitar 15 menitan.

Seingatku, terakhir ke Candi ini yaitu ketika masih di bangku SD untuk pertama kalinya dan SMP menjadi kunjungan terakhir sampai 6 Juli 2017 kemaren kembali mengenalkan peninggalan Kerajaan Majapahit ini ke anak - anak yang kesehariannya berdomisili di Bali. Tiket atau karcis masuknya pun sangat murah yaitu Rp 4.000 per orang. Keindahan dan keunikan Candi Bajang Ratu ini sangat cocok sekali untuk kontes fotografi atau belajar fotografi dengan latar belakang candi yang elok.

Taman di sekitar candi kini sudah tertata rapi dan menambah keindahan suasana. Hanya satu yang kurang menurutku, jalan masuk dan keluar untuk wisatawan yang berkunjung masih berupa tanah berdebu kalau kemarau dan kemungkinan bisa becek kalau musim penghujan. Seandainya saja jalanan setapak masuk ke area candi ini sudah dipaving oleh pihak yang berwenang. Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto sepatutnya lebih memperhatikan kondisi ini bekerjasama dengan instansi/dinas lainnya yang terkait. Semoga ke depan akan lebih maju lagi pariwisata Mojokerto.