Kalau AC Ya Daikin, Cerita Dari Rumah Sakit di Denpasar

Siang ini, Rabu 23 Agustus 2017 Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak - Kanak (TK) di Bali libur ada perayaan Hari Raya Pagerwesi. Berhubung anak saya yang laki - laki yang masih di TK kondisinya kurang sehat, demamnya naik turun semenjak Hari Minggu dan sudah 2 hari tidak masuk sekolah. Oleh sebab itu, siang ini kami sekeluarga pun memutuskan untuk memeriksakan kondisi anak saya di rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Surya Husadha Ubung Denpasar. Kakaknya yang telah di bangku SD juga libur sehingga rencananya sekalian membelikan sesuatu buat anak - anak.

Rumah Sakit Surya Husadha ini memang menjadi pilihan rumah sakit favorit keluarga karena letaknya yang hanya sekitar 15-20 menit rumah. Selain itu, pelayanannya juga ramah, kondisi rumah sakitnya pun bersih dan nyaman. Semenjak anak laki - laki saya masih di kandungan dan melahirkan pun di rumah sakit ini. Itulah alasan kami menjadikannya rumah sakit pilihan keluarga saya.

Selama mungkin ada 10 tahunan lebih jika berobat Rumah Sakit Surya Husadha selalu menjadi prioritas pertama untuk dikunjungi untuk berobat. Setelah mengantarkan sampai di depan lobi, saya harus mencari lokasi parkir tapi sayangnya agak penuh dan terpaksa harus parkir di luar area rumah sakit. Di siang yang sangat panas, teriknya matahari sangat menyengat meski berjalan sekitar 25 meter saja sudah berkeringat.

Sambil menunggu antrian untuk diperiksa, saya duduk beristirahat sejenak dan bersandar di kursi pengunjung. Memang jarang berobat siang hari karena seringnya malam hari. Sewaktu berjalan memasuki lobi sudah merasa sejuk, nyaman dan segar. Awalnya ya biasa saja karena memang banyak AC menempel di dinding rumah sakit tersebut. Tapi pas iseng - iseng mencoba menimbang berat badan yang memang di bawah sebuah AC, saya terkejut dua kali. Pertama, berat badan kok meningkat drastis. Pantesan banyak celanan yang sudah susah dipakai lagi karena sesak di pinggang, ternyata wow berat badan naik. Kejutan yang kedua yaitu waktu melirik ke atas dinding kok AC nya sangat akrab banget di visualisasi saya, ternyata AC DAIKIN.

Kalau AC Ya Daikin, ya AC Daikin memang AC terbaik pilihan keluarga juga. AC Daikin pilihan keluarga ternyata juga menjadi pilihan rumah sakit ini yang memberikan pelayanan publik dalam bidang fasilitas kesehatan. Entah kebetulan atau tidak, tapi itulah fakta apa adanya yang saya jumpai. AC Daikin ini memang sudah terkenal sebagai AC Hemat Energi dan juga AC Hemat Listrik. Akhirnya tanpa malu - malu, saya pun mencoba untuk mendokumentasikannya dalam beberapa hasil jepretan yang bisa disimak di galeri di bawah ini. Baca juga ulasan berikut ini mengenai AC Daikin.

Hasil konsultasi dengan dokter pun cukup melegakan di hati. Rasa was - was dan kuatir akan gejala demam berdarah ternyata hanya mengalami radang tenggorokan saja. Ingat ibu - ibu dan bapak - bapak semua, makanan yang dikonsumi harus dijaga dan diperhatikan. Begitulah kira - kira saran dari dokter. Sedikit dilema juga, kadang anak - anak dilarang jajan sembarangan di warung malah menangis dan ngambek. Menjadi tantangan orang tua untuk selalu waspada terhadap pola konsumsi jajanan anak - anak. Namun, perubahan cuaca yang sangat drastis juga mempunyai pengaruh terhadap kesehatan.

Selanjutnya kami sekeluarga keliling sebentar di kota Denpasar.